SEMUA ADA
PADAMU
Udah empat hari dan
empat malam kau pergi meninggalkanku, ku tidur sendiri,
makan sendiri dan semuanya sendiri tanpa ada yang mengetahui. Ku menangis
setiap malam dan selalu ku berdoa agar kamu dan anakkita selalu
menggingatku disini yang lagi terbaring menangis, meratapi kenapa semua cobaan
ini tiada hentinya menimpaku.
Kesaksian…..kesaksian aku ingin
petunjukmu untuk mencari jalan terbaik bagi kami, kuingin kau bersumpah bila kau tidak lagi menjalaninya…… apa yang kau lakukan terhadapku seandainya ada pengadilan cinta …… mungkin
itu yang terbaik, dan penderitaan akan berakhir...... langkah demi langkah aku
terus berjuang dan ku berucap terima
kasih atas penghinaan yang telah kau limpahkan cinta padaku, jatuh terluka atas
kesakitan yang telah kau berikan merana atas penghinaan, kemana kemuliaan
hatimu cinta menjadi kebencian........... inilah hidup dalam dunia selamat
tinggal kesengsaraan dan penderitaan dan terima kasih pengalaman yang telah kau
berikan. Ini bukan mimpi lautan api yang membara menjadi kelabu.
Untuk apa lagi kita bersatu
kalau luka hati makin menjadi............. dan tidak akan kita sesali inilah
jalan yang kau tempuh, ku anggap dirimu tiada hentinya menghianatiku, dimalam
terakhir ku melihat kau bangun ditengah malam, mungkin karena lapar karna kau
belum makan sebelum tidur dan ternyata benar kau makan malam....... setelah kau
makan kau menghampiriku, ku pura-pura tidur nyenyak...... tak disangka kau
mengambil Hp-mu dan langsung masuk ke kamar. Ku bangun pelan-pelan sekali
ternyata kau main dengan Hp-mu. Ku bertanya masihkah kau bersama mereka atau
udah ada yang lain lagi. Kau tidak bisa dipercaya lagi kemana maafmu yang kau
harapkan kepadaku dan janjimu untuk mencintaiku untuk selamanya dan membahagiakanku
sampai kapanpun.......... ternyata kau pendusta, kau nista
pembohonggggggggg......!
Pantaskah ku terima wanita
sepertimu mengapa kau lari apa yang kau
cari, luka yang sudah ada makin menjadi dalam hatiku.
Seandainya telah kau siapkan
satu hati untukku, dalam hati ini sudah ku isi dengan satu wanita dan kuhiasi
dengan berbagai cahaya pelanggi hatiku untukmu........... kau isi kelembutan
dan kasih sayang, ku ingin kau jadi wanita mulia yang tau arti dari kata
perkawinan kelembutan dan kau hargai dengan kasih sayang, yang tau harga budi
dan hati seorang istri harus tau bahwa
hidup ini tak semudah yang kita janjikan. Dan semua itu ada padamu kejujuran
adalah waktu yang akan menjawab............. seperti yang ada dalam pikiranku
bahwa kau memendam untuk dirimu. “Apakah
salah aku menanyakan sejauh mana kalian berhubungan”. Terserah ini semua tak
akan berakhir kisah dramatis hidup Rumah Tangga kita.
Hanya aku menginggat kedua anak
kita...... apa jadinya bila kita berpisah, dapatkah mereka menerima ini semua,
karena kesalahan orang tunya. Bisakah hidup mereka seperti anak - anak yang
lain, tentu tidak dalam pemikiranku. Aku mengingginkan kedua anak-anakku besar
dengan tidak terkena dampak permasalahan orang tuanya.
Kuterima ini semua.... walaupun sucinya Rumah Tangga telah ternoda. Demi
kedua anak-anak Ku.Kamis, 18 September 2014.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar