Kamis, 18 September 2014

SEMUA ADA PADAMU



SEMUA ADA PADAMU


Udah empat hari dan empat malam kau pergi meninggalkanku, ku tidur sendiri, makan sendiri dan semuanya sendiri tanpa ada yang mengetahui. Ku menangis setiap malam dan selalu ku berdoa agar kamu dan anakkita selalu menggingatku disini yang lagi terbaring menangis, meratapi kenapa semua cobaan ini tiada hentinya menimpaku.
Kesaksian…..kesaksian aku ingin petunjukmu untuk mencari jalan terbaik bagi kami, kuingin kau bersumpah bila kau tidak lagi menjalaninya…… apa yang kau lakukan terhadapku  seandainya ada pengadilan cinta …… mungkin itu yang terbaik, dan penderitaan akan berakhir...... langkah demi langkah aku terus berjuang  dan ku berucap terima kasih atas penghinaan yang telah kau limpahkan cinta padaku, jatuh terluka atas kesakitan yang telah kau berikan merana atas penghinaan, kemana kemuliaan hatimu cinta menjadi kebencian........... inilah hidup dalam dunia selamat tinggal kesengsaraan dan penderitaan dan terima kasih pengalaman yang telah kau berikan. Ini bukan mimpi lautan api yang membara menjadi kelabu.
Untuk apa lagi kita bersatu kalau luka hati makin menjadi............. dan tidak akan kita sesali inilah jalan yang kau tempuh, ku anggap dirimu tiada hentinya menghianatiku, dimalam terakhir ku melihat kau bangun ditengah malam, mungkin karena lapar karna kau belum makan sebelum tidur dan ternyata benar kau makan malam....... setelah kau makan kau menghampiriku, ku pura-pura tidur nyenyak...... tak disangka kau mengambil Hp-mu dan langsung masuk ke kamar. Ku bangun pelan-pelan sekali ternyata kau main dengan Hp-mu. Ku bertanya masihkah kau bersama mereka atau udah ada yang lain lagi. Kau tidak bisa dipercaya lagi kemana maafmu yang kau harapkan kepadaku dan janjimu untuk mencintaiku untuk selamanya dan membahagiakanku sampai kapanpun.......... ternyata kau pendusta, kau nista pembohonggggggggg......!
Pantaskah ku terima wanita sepertimu  mengapa kau lari apa yang kau cari, luka yang sudah ada makin menjadi dalam hatiku.
Seandainya telah kau siapkan satu hati untukku, dalam hati ini sudah ku isi dengan satu wanita dan kuhiasi dengan berbagai cahaya pelanggi hatiku untukmu........... kau isi kelembutan dan kasih sayang, ku ingin kau jadi wanita mulia yang tau arti dari kata perkawinan kelembutan dan kau hargai dengan kasih sayang, yang tau harga budi dan hati seorang istri  harus tau bahwa hidup ini tak semudah yang kita janjikan. Dan semua itu ada padamu kejujuran adalah waktu yang akan menjawab............. seperti yang ada dalam pikiranku bahwa kau memendam untuk dirimu. “Apakah salah aku menanyakan sejauh mana kalian berhubungan”. Terserah ini semua tak akan berakhir kisah dramatis hidup Rumah Tangga kita.
Hanya aku menginggat kedua anak kita...... apa jadinya bila kita berpisah, dapatkah mereka menerima ini semua, karena kesalahan orang tunya. Bisakah hidup mereka seperti anak - anak yang lain, tentu tidak dalam pemikiranku. Aku mengingginkan kedua anak-anakku besar dengan tidak terkena dampak permasalahan orang tuanya.
Kuterima ini semua.... walaupun sucinya Rumah Tangga telah ternoda. Demi kedua anak-anak Ku.

Kamis, 18 September 2014.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar